SUBANG, Selasa (2/6/2026) – Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 tingkat Kabupaten Subang berlangsung khidmat di Halaman Kantor Bupati Subang, Selasa (2/6/2026). Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam kegiatan yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.
Upacara diikuti unsur ASN, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, serta tamu undangan dari unsur Forkopimda dan perangkat daerah. Bertugas sebagai Perwira Upacara yakni Kabag Ops Polres Subang Kompol Yudi Sadikin, sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Kanit Patroli Polres Subang Iptu Deden Mahrus Ali.
Setelah pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Subang, Bupati Reynaldy membacakan teks Pancasila yang diikuti seluruh peserta upacara. Pembacaan teks UUD 1945 dilakukan oleh Paskibraka Provinsi Jawa Barat M. Fadil dari SMA Astha Hannas.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Subang menyerahkan penghargaan Tindak Lanjut Aduan Media Sosial periode April dan Mei 2026 kepada instansi dan kecamatan yang dinilai responsif dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.
Untuk periode April 2026, penghargaan kategori Dinas Tersigap diraih Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, sementara kategori Kecamatan Tersigap diraih Kecamatan Jalancagak. Adapun kategori Dinas Tidak Sigap diberikan kepada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Subang.
Sementara pada periode Mei 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Subang kembali meraih penghargaan Dinas Tersigap. Kecamatan Patokbeusi meraih penghargaan Kecamatan Tersigap, sedangkan kategori Dinas Tidak Sigap diberikan kepada DKUPP Kabupaten Subang dan Kecamatan Dawuan memperoleh kategori Kecamatan Tidak Sigap.
Selain itu, penghargaan lomba perpustakaan desa terbaik juga diserahkan kepada para pemenang. Juara pertama diraih Desa Tambakmekar, Kecamatan Jalancagak, disusul Desa Tanjungsiang, Kecamatan Tanjungsiang sebagai juara kedua dan Desa Cicadas, Kecamatan Sagalaherang sebagai juara ketiga.
Dalam amanatnya, Bupati Reynaldy membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tema peringatan tahun ini menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi terwujudnya perdamaian dunia yang berkelanjutan.
“Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia merupakan pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan menjadi kompas moral dalam menghadapi kemajuan zaman.
“Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup,” tuturnya.
Di akhir amanatnya, Kang Rey mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga persatuan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan demi kemajuan Indonesia.
“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya,” pungkasnya.***
